Muhamad Taufiq Emte
l. 1979, Jakarta, DKI Jakarta.
Mohammad Taufiq, atau yang lebih dikenal dengan nama Emte, dalam kesehariannya berprofesi sebagai illustrator, desainer grafis, juga seniman yang aktif berkarya dengan berbagai eksplorasi medium. Aktif terlibat dalam berbagai proyek komersil dan kesenian, baik secara kolektif maupun personal. Pameran tunggalnya pada 2014 di platform3 Bandung berjudul Soft Violence, lalu pada 2015 di Edwin’s Gallery Jakarta berjudul Melihat Api Bekerja, yang merupakan karya kolaboratif dengan buku puisi berjudul sama. Pameran kolektifnya antara lain: ‘Ruang Tunggu’, ‘On Traces’, ‘Comics & Beyond’ dan ‘For a Keepsake’ di Goethe Haus Jakarta.

Pada tahun 2016 juga berkarya dalam Festival Mural Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta. Pada 2018 pernah terlibat dalam project mural di kapal ferry Portlink 0 penyeberangan Merak-Bakauheni dengan mengangkat tema sejarah jalur perdagangan rempah, juga pameran Unknown Asia Art Exchange di Osaka, Jepang. Januari 2019, dengan spektrum keberagaman dan penjelajahan praktek kerja seni rupa kontemporer di Indonesia, Emte melakukan pameran kolektif bersama 11 seniman lainnya di Darren Knight Gallery di Sydney, Australia. Pada bulan Maret, Emte melakukan sesi live drawing bertema keindahan bawah laut di Pavilion Indonesia pada event London Book Fair 2019.

Masih di bulan Maret juga berpartisipasi dalam pameran ‘Eastern Rhythm’ di Sofia, Bulgaria.  Sebuah komik hasil karyanya juga baru saja terbit pada November 2018 lalu berjudul Gugug! Yang dibuat tanpa dialog, menceritakan petualangan seekor anjing dengan berbagai karakter orang yang ditemuinya dan berbagai cerita yang terjadi, sambil menjelajahi dan mengeksplorasi kehidupan dan seluk-beluk perkotaan. Saat ini Emte sedang berkutat dengan IP management dan project animasi untuk Gugug!. 
Karya dari Muhamad Taufiq Emte