Yura Kennardo Kusnar
l. 1993, Bandung, Jawa Barat.
Yura Kenn Kusnar lahir di Bandung, pada tanggal 13 Oktober 1993. Tumbuh besar di lingkungan yang sebagian besar keluarganya bergelut di bidang industri kreatif, Yura sudah menunjukkan minatnya pada dunia seni sejak kecil. Pada usia 4 tahun Yura gemar melukis anggota keluarganya, dan juga melukis binatang, terutama binatang favoritnya waktu itu adalah banteng. Jadi ketika Idul Adha tiba, Yura sering membawa easel dan kanvas keluar rumah, untuk melukis sapi-sapi kurban. Dari TK hingga SD Yura sangat sering mengikuti lomba menggambar, tapi sayangnya dia tidak pernah menang sekalipun. Hal ini yang membuat dia kecil hati dan meninggalkan dunia menggambar / melukis ketika dia masuk SMP.

Namun hobi tersebut tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Yura kembali ke kegemarannya tersebut ketika masuk SMA. Setelah lulus dan akan mendaftar kuliah, dia sangat ingin untuk mendaftar ke jurusan seni rupa, tapi Yura ragu-ragu dan kurang percaya diri. Alhasil dia melanjutkan kuliah ke Australia, masuk ke jurusan desain ilustrasi, dengan harapan bisa menjadi ilustrator komik. Namun setelah kurang lebih 1,5 tahun di Australia, Yura tidak betah dengan jurusan yang dia pilih. Disitu dia yakin bahwa seharusnya dia daftar untuk masuk ke jurusan seni rupa. Akhirnya dia pun
kembali ke Indonesia.

Di Indonesia Yura bekerja freelance sebagai desainer grafis dan juga mulai menjalin hubungan dengan seniman-seniman Bandung dan juga beberapa komunitas seni. Akhirnya pada akhir taun 2017, Yura membangun sebuah studio bernama Blanco Benz Atelier. Disitu sering diadakan diskusi, pameran, performans, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan seni. Ketertarikan nya yang awalnya dimulai dengan seni lukis mulai bergeser ke dunia seni digital. Dengan bantuan video tutorial di Youtube, Yura belajar coding dan programming, dan juga cara untuk membuat karya melalui coding, karena dia yakin bahwa coding dan programming akan mempunyai peran penting di dunia seni di masa depan.

Pada pertengahan tahun 2018 Yura beserta 2 teman sekolahnya, Jeffi Manzani dan William Samosir mengadakan pameran seni digital mereka di Selasar Sunaryo Art Space. Setelah mendalami coding untuk berkarya, dia juga memperdalam pembelajarannya dalam bidang fullstack coding. Profesinya yang awalnya desainer grafis berganti menjadi front end developer. Yura akan pindah ke Jerman pada bulan Desember 2019 untuk bekerja menjadi front end developer untuk sebuah perusahaan di Berlin. Disana dia akan memperdalam dunia seni digital dan melanjutkan keseniannya.
Karya dari Yura Kennardo Kusnar